Peningkatan Literasi Kesehatan Masyarakat Melalui Penyuluhan Hipertensi dan DM Di Desa Tanjung Baru Kabupaten Lampung Selatan
DOI:
https://doi.org/10.36760/jpma.v7i2.671Kata Kunci:
DM, hipertensi, literasi kesehatan, penyuluhan kesehatanAbstrak
Penyakit tidak menular seperti hipertensi dan DM masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Desa Tanjung Baru, Kabupaten Lampung Selatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi kesehatan melalui penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan berbasis perilaku CERDIK. Metode dilakukan secara partisipatif melalui presentasi interaktif, diskusi, dan evaluasi pengetahuan kepada 22 peserta. Hasil menunjukkan 72% peserta memahami batas hipertensi (≥140/90 mmHg), serta mampu menyebutkan faktor risiko yang dapat diubah seperti obesitas (28%), merokok dan stres (17%), serta konsumsi garam berlebih dan kurang aktivitas fisik (11%). Gejala DM yang paling banyak dikenali yaitu sering lapar (48%), sering haus (29%) dan sering buang air kecil (17%). Berdasarkan evaluasi CERDIK, peserta memahami C (cek kesehatan rutin) sebesar 71%, E (enyahkan asap rokok) 100%, R (rajin aktivitas fisik) 72%, D (diet seimbang) 57%, I (istirahat cukup) 86% dan K (kelola stres) 29%. Hasil ini menunjukkan bahwa sebagian besar komponen CERDIK telah dipahami masyarakat, meskipun aspek diet seimbang dan kelola stres masih memerlukan penguatan edukasi. Secara keseluruhan, kegiatan ini terbukti efektif meningkatkan literasi kesehatan dan mendukung upaya promotif-preventif dalam pencegahan hipertensi dan DM, serta menekankan pentingnya edukasi berkelanjutan dan peran kader dalam membentuk perilaku hidup sehat di masyarakat.
Kata kunci : literasi kesehatan, hipertensi, DM, penyuluhan kesehatan, Lampung Selatan







