Pencegahan Stunting Pada Balita Dengan Edukasi Dan Pemberian Makanan Tambahan

Main Article Content

Etlidawati wati
Kris Linggardini
Deisy Hardini
Arum Astika Sari

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, prevalensinya cukup tinggi di Indonesia yaitu 24,4%. (Riskesda., 2018). Stunting memiliki karakteristik dimana tinggi yang tidak sesuai dengan usia anak, dan merupakan gangguan kronis dengan masalah gizi. Menurut hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan (Kemenkes), prevalensi bayi pendek di Indonesia akan menjadi 24,4% pada tahun 2021. Menurut data  Puskesmas Sumbang, khusus di Desa Datar terdapat 8 (delapan) pasien stunting. Desa Datar merupakan desa fokus (locus) di Kabupaten Banyumas yang kegiatan baktinya bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang stunting dan MP-ASI. Pendekatan tersebut diimplementasikan melalui Edukasi  pendidikan kesehatan. Kegiatan pendampingan di bidang stunting, pemberian nutrisi tambahan hingga 8 anak hingga bayi yang menderita stunting. Kegiatan ini dilakukan pada 25 Februari 2023 di Desa Datar, Kabupaten Sumbang. Hasil pengabdian masyarakat yang dilakukan di Desa Datar adalah pengetahuan masyarakat tentang stunting dapat meningkat, dibuktikan dengan adanya diskusi dan penyerahan paket makan tambahan. 

Article Details

Section
Articles