PENGARUH TERAPI KELOMPOK SUPORTIF TERHADAP MASALAH MENTAL EMOSIONAL, MEKANISME KOPING DAN RESILIENSI REMAJA DI PONDOK PESANTREN NURUL IKHSAN JERUK LEGI
Main Article Content
Abstract
Usia remaja merupakan usia transisi dari masa anak menuju dewasa, hal ini ditandai oleh adanya perubahan fisik, emosi dan psikis. Masalah Gangguan emosional erat kaitannya dengan kondisi remaja yang belum stabil baik kondisi fisik maupun mental dalam menghadapi tuntutan kehidupan. Ketika remaja mempunyai mekanisme koping dan resiliensi yang baik, maka remaja akan lebih mudah dalam menghadapi masalah yang dialami. Terapi kelompok suportif merupakan terapi yang efektif guna meningkatkan kemampuan remaja dalam menghadapi masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi kelompok suportif terhadap gangguan mental emosional, mekanisme koping dan resiliensi pada remaja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini quasi eksperimental design dalam bentuk one group pre test-post test design dengan jumlah sampel sebanyak 37 orang yang diambil dengan teknik purposive sampling. Instrumen menggunakan kuesioner SDQ, mekanisme koping dan Brief Resilience Scale. Analisis data menggunakan uji t-test related dan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perubahan mental emosional, kekuatan dalam menghadapi kesulitan, mekanisme koping dan resiliensi yang signifikan antara sebelum dan sesudah diberikan terapi kelompok suportif pada remaja (pv = 0,000). Simpulan: Terdapat pengaruh pemberian intervensi kelompok supportif terhadap mental emosional (pv = 0,00), mekanisme koping (pv = 0,00) dan resiliensi (pv = 0,00) pada remaja.