GAMBARAN KECEMASAN IBU DENGAN BAYI HIPERBILIRUBINEMIA YANG MENJALANI PERAWATAN FOTOTERAPI
Main Article Content
Abstract
Hiperbilirubinemia adalah kondisi meningkatnya kadar bilirubin pada bayi baru lahir yang memerlukan perawatan fototerapi di ruang perinatologi. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada bayi, tetapi dapat menimbulkan kecemasan khususnya pada ibu. Fototerapi efektif menurunkan kadar bilirubin, tetapi fototerapi memiliki efek samping seperti eritema, dehidrasi, hipertermi, diare, dan risiko kerusakan retina. Kekhawatiran terhadap efek samping menjadi salah satu faktor utama yang memicu kegelisahan dan kecemasan pada ibu. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kecemasan ibu dengan bayi hiperbilirubinemia yang menjalani perawatan fototerapi di ruang perinatologi RSD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan crosssectional. Populasi penelitian yaitu ibu dengan bayi hiperbilirubinemia yang menjalani perawatan fototerapi, dengan jumlah sampel 51 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 66,7% mengalami kecemasan, dengan mayoritas mengalami kecemasan ringan 39,2%. Sebanyak 33,3% tidak mengalami kecemasan, sedangkan 27,5% mengalami kecemasan sedang. Ibu yang mengalami kecemasan menunjukkan perilaku gugup, gelisah, dan gangguan tidur. Oleh karena itu, perawat perlu memperhatikan aspek psikologis ibu dan memberikan intervensi yang tepat untuk menurunkan tingkat kecemasan.